Home Blog Page 12

Ribuan Hektare Sawah di Jateng Terdampak Banjir, Mohammad Saleh Tekankan Perlindungan Petani

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh menyoroti dampak banjir yang merendam ribuan hektare lahan sawah di sejumlah wilayah dan berpotensi menyebabkan gagal panen. 

Dirinya meminta pemerintah daerah segera melakukan langkah cepat untuk meminimalkan kerugian petani.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, tercatat sekitar 17 ribu hektare lahan sawah terendam banjir yang tersebar di kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Demak, Pemalang, hingga Purbalingga.

Dari total lahan terdampak, wilayah yang mengalami dampak paling besar adalah Kabupaten Pati dengan 6.726 hektare, disusul Jepara 4.166 hektare, dan Kudus 2.110 hektare lahan sawah terdampak banjir.

Mohammad Saleh menilai bahwa kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi mengganggu produksi pangan sekaligus memukul perekonomian petani.

“Banjir yang merendam ribuan hektare sawah ini harus menjadi perhatian serius. Jika tidak segera ditangani, dampaknya bisa menyebabkan gagal panen dan merugikan petani,” katanya.

Ia meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan pendataan detail terhadap lahan terdampak, termasuk tingkat kerusakan tanaman serta potensi kerugian petani. 

Selain itu, Saleh juga mendorong penyaluran bantuan bagi petani yang terdampak, baik dalam bentuk benih, pupuk, maupun bantuan stimulan lainnya.

“Petani harus mendapat pendampingan dan bantuan agar bisa segera melakukan pemulihan dan kembali menanam. Jangan sampai mereka menanggung kerugian sendirian,” tegasnya.

Dia juga menekankan pentingnya langkah jangka panjang untuk mencegah kejadian serupa terulang, seperti perbaikan sistem irigasi, normalisasi sungai, serta penguatan infrastruktur pengendali banjir di kawasan pertanian.

“Perlu solusi jangka panjang, mulai dari penguatan infrastruktur hingga pengelolaan lingkungan yang lebih baik agar lahan pertanian tetap terlindungi,” ujar Ketua DPD Golkar Jateng tersebut. 

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat mempercepat penanganan dampak banjir terhadap sektor pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan di Jawa Tengah.

“Pertanian adalah sektor strategis. Ketika petani terlindungi, maka ketahanan pangan daerah juga akan terjaga,” pungkas Mohammad Saleh.

Pemkot Semarang Beri Penghargaan Kepada KH Sholeh Darat

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pemerintah Kota Semarang menggelar seremoni pemberian penghargaan kepada K.H. Sholeh Darat sebagai Tokoh Moderasi pada Kamis (12/2/2026). 

Kegiatan ini menjadi rangkaian proses pengusulan K.H. Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional, serta bentuk penghormatan atas kontribusi dan warisan intelektual beliau bagi bangsa Indonesia.

Dalam seremoni tersebut, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyerahkan Surat Keputusan perubahan nama Jalan Kyai Saleh menjadi Jalan K.H Sholeh Darat. 

Pemberian penghargaan ini menjadi simbol apresiasi terhadap jejak sejarah dan keteladanan beliau sebagai ulama sekaligus guru dari tokoh-tokoh besar yang memiliki peranan penting dalam perkembangan keilmuan Islam di Nusantara.

“Jalan bukan sekadar ruang lalu lintas, tetapi ruang ingatan. Setiap orang yang melintas di jalan tersebut diingatkan bahwa kota ini pernah melahirkan ulama besar yang mengajarkan ilmu dengan kelembutan, dakwah dengan kebijaksanaan, dan Islam dengan semangat moderasi,” ujar Agustina.

Selain perubahan nama jalan, Pemerintah Kota Semarang juga menyerahkan piagam penghargaan kepada K.H. Sholeh Darat sebagai tokoh moderasi yang diterima langsung oleh Dzurriyah sebagai ahli waris.

Pada kesempatan tersebut turut dilakukan penandatanganan pernyataan ahli waris dan pengesahan foto K.H Sholeh Darat sebagai bentuk validitas dokumen serta memastikan kesesuaian data historis yang diajukan.

Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga dan menghidupkan kembali warisan intelektual beliau, Tafsir Faidhurrahman turut diserahkan kepada Wali Kota Semarang untuk diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap karya monumental K.H. Sholeh Darat yang menjembatani pemahaman teks keagamaan dengan konteks sosial pada masanya.

Menurut Agustina, pemberian penghargaan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Semarang untuk mengangkat kembali tokoh-tokoh lokal yang berjasa besar namun belum banyak dikenal generasi muda.

Dirinya menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada pelestarian nilai sejarah, budaya, dan keteladanan tokoh bangsa.

“Semarang memiliki banyak figur inspiratif yang kontribusinya melampaui zamannya. Mengangkat kembali sosok seperti KH Sholeh Darat berarti kita sedang menanamkan identitas dan kebanggaan sejarah kepada masyarakat,” tambahnya.

Pemkot Semarang berharap penghargaan ini dapat menjadi momentum penguatan kesadaran sejarah sekaligus mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meneladani semangat keilmuan, kerendahan hati, serta komitmen kebangsaan yang diwariskan KH Sholeh Darat.

Dengan penghargaan tersebut, Pemerintah Kota Semarang menegaskan komitmennya untuk terus merawat memori kolektif tentang tokoh-tokoh besar daerah sebagai bagian dari fondasi moral dan budaya dalam membangun kota yang berkarakter, religius, dan berkemajuan.

Dampak Bencana Meluas, Mohammad Saleh Minta Mitigasi Di Jateng Diperkuat

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh menyoroti banyaknya kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah sepanjang Januari 2026.

Ia meminta pemerintah daerah memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan bencana guna meminimalkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, tercatat 45 kejadian bencana terjadi pada periode 1–25 Januari 2026. Meliputi banjir, tanah longsor, kebakaran, hingga cuaca ekstrem, yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.

Dari kejadian itu, bencana berdampak pada 7 orang meninggal dunia, 5 orang luka-luka, 9.729 orang mengungsi, serta 308.108 orang terdampak. Selain itu, bencana juga menyebabkan kerusakan pada rumah tinggal, fasilitas umum, lahan pertanian, hingga lahan perikanan.

Mohammad Saleh merasa prihatin atas banyaknya korban dan kerusakan yang terjadi. Ia menilai kondisi ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya dalam memperkuat sistem pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Kami turut prihatin atas banyaknya kejadian bencana yang terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Ini harus menjadi evaluasi bersama agar upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana semakin diperkuat,” ujarnya di Semarang, Kamis (12/2/2026).

Ia mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor, memperkuat sistem peringatan dini, serta memastikan kesiapan logistik dan personel penanggulangan bencana di daerah rawan.

“Langkah antisipasi harus diperkuat, mulai dari pemetaan wilayah rawan, edukasi masyarakat, hingga kesiapan sarana prasarana penanganan bencana,” tegas Saleh.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana. Ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan sekitar, termasuk menjaga daerah resapan air dan tidak melakukan aktivitas yang merusak alam.

“Bencana tidak hanya dipengaruhi faktor cuaca, tetapi juga kondisi lingkungan. Karena itu, menjaga alam adalah bagian dari upaya melindungi diri kita dari bencana,” ujar Ketua DPD Golkar Jateng tersebut. 

Lebih lanjut dirinya berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi potensi bencana ke depan.

“Penanganan bencana harus dilakukan bersama. Dengan kesiapsiagaan yang baik, dampak bencana bisa ditekan semaksimal mungkin,” pungkas Mohammad Saleh.

James Purba Raih Doktor di Unissula Semarang, Usulkan Rekonstruksi Pasal 280 UU PKPU

SEMARANG – Jamaslin James Purba resmi meraih gelar Doktor Ilmu Hukum setelah menjalani Ujian Promosi Doktor (Ujian Terbuka) di Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Sabtu 7 Februari 2026.

Dalam ujian tersebut, James Purba memperoleh nilai 4.0 dan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Pria yang sebagai praktisi hukum kepailitan dan restrukturisasi utang, sering dipercaya menjadi saksi ahli di berbagai pengadilan dan forum internasional seperti pengadilan Singapura, dan pengadilan niaga Amerika Serikat.

Seperti kasus yang ia pernah menangani kasus perkara restrukturisasi garuda utangnya sampai 142 Triliun

“Kita sebagai warga negara indonesia bangga, dan berkesan diminta pendapat di forim internasional,” kata James.

Ketika itu permasalahan yang, ia tangani masalah kepailitan karena mengasyikan bicara soal uang dan mendapatkan penghasilan fee 7 persen.

“Jadi misal kita tangani kepailitan pabrik seharga Rp100 miliar. Kita dapat Rp7,5 miliar. Jadi selain kita hidup cari nafkah juga harus wajib tangani kasus pronono,” ujarnya.

Adapun kasus yang mengasyikan ketika menangani kasus perkara restrukturisasi garuda utangnya sampai 142 Triliun melibatkan kreditur dari dalam dan luar negeri.

“Nah itu perkara PKPU Garuda mnimbulkan perselisihan terhadap tagihan. Karena semua tak diakui garuda lalu timbul sengketa di pengadilan hakim pengawas yang menentukan,” ujarnya.

Alhasil tidak melindungi solusi lalu mereka melakukan upaya hukum termasuk di singapura saat menangani perkara perkara restrukturisasi garuda utangnya sampai 142 Triliun melibatkan kreditur dari dalam dan luar negeri.

“Diminta saksi ahli kasua Garuda setidaknya bangga. Ini menjadi pengalaman saya jadi pelaku pailit,” jelasnya.

Selain itu, ia sendiri menjadi pelaku pailit ketika Undang-undang ada pada 1998 dulu. Satu pengacara yang mendaftarkan perkara di pengadilan dan menangani pertama.

“Pertama saya yang tangani, tentunya dengan bos Hotman Paris. Tapi kan saya pelakunya. Saya sudah tahu UU ada sampai sekarang dan kita jalani prakteknya tentu ada kelemahan,” jelasnya.

Adapun kitik yang dituangkan James Purba dalam disertasi yang berjudul Rekonstruksi Regulasi Perlindungan Hukum terhadap Kreditor yang Tagihannya Ditolak dalam Perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang Berbasis Kepastian Hukum dan Keadilan.

Adapun di dalamnya, menyoroti ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU yang dinilai lebih menekankan kecepatan prosedural, namun belum sepenuhnya menjamin keadilan substantif.

Melalui penelitian tersebut, James Purba mengusulkan rekonstruksi regulasi dengan tiga pilar utama, yakni kewajiban laporan keuangan debitor yang telah diaudit, mekanisme penyelesaian sengketa yang terintegrasi dan adil, serta amandemen Pasal 280 UUK-PKPU guna memberikan kepastian hukum bagi kreditor yang tagihannya ditolak.

PKPU pada dasarnya bertujuan mulia, yakni memberikan kesempatan bagi debitor yang beritikad baik untuk merestrukturisasi utangnya dan mencapai perdamaian dengan para kreditor. Namun dalam praktik, tahapan verifikasi tagihan kerap menjadi titik krusial yang justru merugikan kreditor.

“Sering kali tagihan kreditor dibantah atau ditolak oleh debitor maupun pengurus PKPU, tetapi undang-undang tidak menyediakan mekanisme penyelesaian sengketa yang memadai di dalam proses PKPU itu sendiri,” jelasnya.

Akibatnya, kreditor yang tagihannya ditolak kehilangan posisi tawar, hak suara dalam rapat perdamaian tereduksi, bahkan berpotensi kehilangan hak pelunasan dalam skema restrukturisasi hutang.

Terkait hasil penilaiannya disertasi maksimal 4.0 diantaranya penyampaian permasalahan sebagian dijawab dengan bahasa inggris, dan materi yang sampaikan dengan mantap.

“Artinya semua pertanyaan bisa saya jawab dengan dasar humum yang solid dan meyakinkan. Sebab 28 tahun sudah menangani perkara pailit PKPU,” ujarnya.

Pemkot Semarang Siap Relokasi 15 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jangli

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meninjau langsung lokasi terjadinya pergerakan tanah di wilayah RT 7 RW 1, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang pada Rabu (11/2/2026) sore.

Sebanyak 15 rumah dilaporkan terdampak, dengan dua rumah di antaranya terpaksa dibongkar karena mengalami kerusakan parah dan berisiko roboh.

Usai tinjauan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan peristiwa tanah gerak ini bukan kali pertama terjadi di Kota Semarang. Sebelumnya, kejadian serupa juga pernah terjadi di wilayah Jomblang.

“Terkait relokasi, tentu harus ditemukan tempat yang cukup. Ada yang setuju relokasi, ada yang menolak. Nanti akan didata dulu, mana yang mau dan mana yang tidak,” ujar Agustina.

Menurutnya, Pemkot Semarang telah menyiapkan beberapa alternatif lokasi relokasi. Namun, untuk jangka pendek, langkah darurat yang dilakukan adalah memastikan keselamatan warga terdampak.

“Yang paling penting anak-anak yang sekolah harus tetap bisa sekolah. Untuk sementara saya sarankan sebagian warga mengungsi dulu ke sanak saudara,” katanya.

Ia juga telah meminta camat dan lurah setempat untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk memasang pengeras suara sebagai sistem peringatan dini karena lokasi tidak bisa ditinggalkan begitu saja.

Terkait anggaran relokasi maupun penanganan di lokasi terdampak, Pemkot Semarang masih melakukan pembahasan lebih lanjut.

Sementara itu, Ketua RT 7 RW 1 Jangli, Joko Sudaryono, mengatakan warga saat ini melakukan gotong royong dan kerja bakti membongkar rumah yang dinilai membahayakan guna mengamankan material bangunan.

“Total ada 15 rumah terdampak. Hari ini yang dibongkar dua rumah yang kondisinya paling parah, milik Bapak Slamet Riyadi dan Bapak Budi Darminto. Sebelumnya ada satu rumah yang roboh sendiri, milik Bapak Supriadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, satu rumah lainnya milik warga bernama Supardi mengalami pergeseran cukup parah sehingga harus dikosongkan.

Untuk sementara, warga yang rumahnya masih layak huni tetap bertahan dengan meningkatkan kewaspadaan. Setiap malam, warga memberlakukan ronda dan pemantauan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kalau yang rumahnya berisiko tinggi, kami imbau untuk waspada. Saat ini BPBD juga telah mendirikan tenda pengungsian yang diperuntukkan bagi warga terdampak,” katanya.

Pergerakan tanah di Jalan Jangli, dilaporkan terus bertambah. Sejak tadi malam hingga pagi hari, tanah bergerak sekitar dua meter, sehingga lebar retakan kini mencapai kurang lebih lima meter dan tidak bisa lagi dilalui kendaraan, termasuk sepeda motor.

“Radius terdampak kurang lebih 70 meter. Tapi masih di wilayah RT 7 RW 1,” tambah Joko.

Warga berharap adanya relokasi ke lokasi yang lebih aman, namun masih berada di sekitar tanah yang sama. Menurut Joko, masih terdapat lahan yang memungkinkan untuk relokasi sekitar 15 rumah terdampak, meski luasnya terbatas.

Pemkot Semarang Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran dan Rumah Roboh

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pemerintah Kota Semarang menyalurkan bantuan bagi warga terdampak kebakaran dan rumah roboh di Kelurahan Kaligawe dan Kelurahan Krobokan.

Melalui Dinas Sosial, bantuan kebutuhan dasar disalurkan sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat pemerintah terhadap musibah yang dialami warga.

Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Agus Junaedi, mengatakan langkah tersebut dilakukan atas arahan langsung Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, agar warga terdampak bencana segera mendapatkan pendampingan dan bantuan.

“Ibu Wali Kota mengarahkan kami untuk segera turun membantu warga yang tertimpa musibah. Prinsipnya, jangan sampai warga merasa sendirian ketika mengalami bencana,” ujar Agus Junaedi, Selasa (10/2/2026).

Bantuan disalurkan kepada Shanti, warga Sawah Besar Gang XI RT 08 RW 05 Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, yang dapur rumahnya mengalami kebakaran.

Selain itu, bantuan juga diberikan kepada Bambang Rusdiyono, warga Jalan Wiroto Raya Nomor 38 RT 03 RW 07 Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, yang rumahnya roboh akibat kondisi bangunan yang sudah tua.

Agus menjelaskan, bantuan yang diberikan bersifat darurat dan menyesuaikan kebutuhan korban, seperti peralatan dapur, kasur lipat, kasur gulung, selimut, serta paket sembako.

“Kebakaran di Kaligawe memang skalanya kecil, hanya dapur, tapi ini tetap menjadi perhatian kami. Pemerintah Kota hadir dengan memberikan peralatan dapur, kasur gulung, sembako, dan selimut. Sementara di Krobokan, rumah warga roboh, sehingga kami bantu kasur lipat, peralatan dapur, selimut, dan sembako,” ujarnya.

Menurut Agus, penyaluran bantuan dilakukan setelah adanya laporan berjenjang dari RT, RW, hingga kelurahan. Begitu laporan masuk, Dinas Sosial langsung melakukan verifikasi lapangan dan menyiapkan bantuan.

“Setelah kejadian, biasanya ada pengajuan dari RT, RW, dan kelurahan. Begitu masuk ke kami, langsung kami tindak lanjuti. Prosesnya cepat,” katanya.

Agus menegaskan, Dinas Sosial Kota Semarang memang memiliki tugas sebagai kepanjangan tangan pemerintah kota dalam memberikan perlindungan sosial kepada warga, baik yang terdampak bencana alam, kebakaran, banjir, rumah roboh, maupun kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.

“Kami rutin memberikan bantuan karena itu memang tugas kami. Siapa pun warga Kota Semarang yang terkena musibah, pemerintah harus hadir,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika ada warga di lingkungannya yang tertimpa musibah. Mekanisme pengajuan bantuan, menurutnya, cukup mudah dan tidak berbelit.

“Masyarakat bisa mengajukan bantuan secara berjenjang dari RT, RW, hingga kelurahan. Bisa lewat telepon dulu, nanti menyusul administrasinya. Yang penting ada laporan dan dokumentasi kejadian,” jelas Agus.

Bahkan, untuk kondisi darurat, bantuan dapat langsung disalurkan sambil menunggu kelengkapan administrasi seperti KTP, Kartu Keluarga, dan dokumen pendukung lainnya.

“Kalau darurat, bantuan bisa kami kirim dulu ke warga. Administrasi bisa menyusul. Yang terpenting warga tertolong lebih dulu,” pungkasnya.

Lantik 42 Anggota DPPI, Wali Kota Semarang Harap Bisa Jadi Benteng Ideologi

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng melantik 42 anggota Purna Paskibraka menjadi Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Semarang di Ruang Lokakrida, Gedung Balaikota, Rabu (11/2).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai luhur bangsa serta membentuk karakter pemimpin muda yang berintegritas dan setia kepada NKRI.

“Saya minta mereka agar menjadi simbol. Setiap keputusan, kalimat yang keluar (diucapkan), dan gerak-geriknya itu melambangkan dirinya sebagai seorang yang pancasilais,” kata Agustina.

Ia menekankan, para Duta Pancasila adalah pemuda pilihan dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi yang diharapkan menjadi benteng ideologi di tengah arus globalisasi.

Mereka diminta untuk tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki empati tinggi agar pengabdian mereka dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di lingkungan terkecil, seperti keluarga, sekolah, hingga media sosial.

“Pancasila itu kalau diperas menjadi satu kata itu adalah gotong royong. Kalau kita sudah terbiasa untuk hidup dengan berpikir dengan cara gotong royong, kita akan cenderung untuk menjalin hubungan baik dengan semua pihak. Artinya kondusivitas itu menjadi nomor satu,” tegasnya.

Sebagai penutup, Agustina berharap agar para Duta Pancasila ini terus menyebarkan pesan persatuan secara kreatif melalui media sosial agar mudah diterima oleh sesama generasi muda. Pemerintah Kota Semarang menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh seluruh program DPPI demi memastikan pembinaan karakter pemuda berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi kemajuan kota.

Sementara itu Ketua Umum DPPI Pusat, Yuslihayanti, yang turut hadir menyaksikan pelantikan memberikan apresiasi atas kompetensi diri yang dimiliki para purna Paskibraka tersebut. 

Ia menjelaskan bahwa pembentukan Duta Pancasila ini dilakukan hingga tingkat Kabupaten/Kota karena para anggotanya harus melalui proses seleksi ketat sebagai Paskibraka terlebih dahulu.

“Dengan adanya kompetensi diri yang diberikan kepada adik-adik atau teman-teman Purna Paskibraka duta Pancasila, kami dapat mengaktualisasikannya ke kehidupan kami sehari-hari. Walaupun jumlah kami mungkin tidak banyak, hanya 30 ribu orang saat ini tapi memang kami dipersiapkan untuk menjadi teladan, role model,” kata Yuslihayanti.

Weekend Big Shopping Kembali Digelar, The Park Semarang Tawarkan Promo Voucher Jumbo

SEMARANG – The Park Semarang kembali menghadirkan program belanja spesial bertajuk Weekend Big Shopping 2026 setelah sukses digelar pada tahun sebelumnya. Program ini berlangsung setiap akhir pekan, yakni pada 14–15 Februari, 21–22 Februari, 28 Februari–1 Maret, serta 7–8 Maret 2026.

Melalui program ini, pengunjung dapat menikmati berbagai keuntungan berupa voucher belanja dengan skema bertingkat sesuai nilai transaksi. Program berlaku di seluruh tenant dengan metode pembayaran non-tunai yang fleksibel.

Untuk transaksi di tenant retail, pembelanjaan minimal Rp500 ribu akan mendapatkan voucher Rp100 ribu. Transaksi Rp1 juta memperoleh voucher Rp300 ribu, sedangkan transaksi Rp3 juta mendapatkan voucher Rp1 juta.

Sementara itu, untuk tenant perhiasan dan logam mulia, transaksi Rp2 juta mendapatkan voucher Rp100 ribu, transaksi Rp5 juta memperoleh voucher Rp300 ribu, serta transaksi Rp15 juta mendapatkan voucher Rp1 juta. Seluruh transaksi berlaku kelipatan tanpa batas selama periode program.

Pengunjung dapat menggabungkan beberapa struk pembelanjaan dari seluruh tenant tanpa batas maksimal jumlah struk, selama memenuhi ketentuan program. Seluruh transaksi wajib menggunakan pembayaran non-tunai seperti QRIS, kartu debit dan kredit, dompet digital (OVO, GoPay, Dana, LinkAja, ShopeePay), serta layanan paylater seperti Kredivo, Home Credit, Indodana, dan Akulaku.

Penukaran voucher dilakukan di meja Customer Service lantai Ground Floor, area lobi selatan dekat Starbucks, setiap Sabtu dan Minggu selama periode program pukul 10.00–22.00 WIB. Pengunjung diminta membawa struk belanja dan struk EDC asli untuk proses validasi.

Direktur Utama The Park Semarang, Teges Prita Soraya, mengatakan program ini merupakan bentuk apresiasi kepada pelanggan setia.

“Weekend Big Shopping kami hadirkan sebagai bentuk apresiasi nyata bagi para customer setia The Park Semarang yang selama ini terus memberikan kepercayaan dan dukungan. Melalui program ini, kami ingin memberikan pengalaman berbelanja yang lebih bernilai, sekaligus menghadirkan keuntungan langsung yang dapat dinikmati oleh para pengunjung,” ujarnya.

Ia menambahkan, loyalitas pengunjung menjadi fondasi utama pertumbuhan The Park Semarang.

“Loyalitas pengunjung adalah fondasi utama pertumbuhan The Park Semarang. Karena itu, Weekend Big Shopping tidak hanya kami rancang sebagai program promosi, tetapi juga sebagai wujud terima kasih kami kepada para pelanggan yang menjadikan The Park Semarang sebagai destinasi belanja pilihan mereka dari waktu ke waktu,” tambah Teges. ***

Even Nature Family Walk &; Trail Run 2026 di Ambarawa,Suguhkan Pemandangan Alam

SEMARANG – Sebuah even besar olahraga jalan kaki dan lari yang akan diadakan di Ambarawa, Kabupaten Semarang. Olahraga yang dipadukan wisata alam nantinya bisa sekaligus mempromosikan destinasi wisata di Pemerintah Kabupaten Semarang.

Even yang bertemakan Nature Family Walk 3,5 km, medium trail run dan long trail run, nama event tersebut, digelar oleh Badan Pelayanan Keuskupan – Pembaruan Karismatik Katolik Keuskupan Agung Semarang (BPK-PKK KAS). Berkolaborasi dengan pengelola Goa Maria Kerep Ambarawa (GMKA) dan Unika Soegijapranata, akan berlangsung Sabtu, 23 Mei 2026 mendatang, dengan start dan finish di kawasan Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA).

Ketua panitia pelaksana Nature Family Walk & Trail Run 2026, Chris Jon mengatakan, Family Walk & Trail Run bisa diikuti klub, keluarga, masyarakat umum perorangan dari berbagai usia, baik anak-anak, remaja, dewasa, bahkan lansia. Event ini akan dibagi dua kategori, yaitu family walk dengan rute medium trail run dan long train run.

“Jadi rute medium menempuh sekitar 3,5 kilometer, dan trail long train run dengan jalur lebih menantang, dengan lebih banyak tanjakan dan turunan,” kata Chris Jon dalam press conference peluncuran event Family Walk & Trail Run 2026 Series 1, di Semarang, Selasa (10/2/2026).

Dalam kegiatannya, peserta diajak untuk menikmati keindahan alam lantaran rute melewati perbukitan dan tanjakan dan turunan tajam. Di situlah para peserta disuguhkan pemandangan alam yang dikelilingi tiga wisata yang di sekitar Goa Maria Kerep Ambarawa (GMKA) Kabupaten Semarang.

“Tentu kita lihat pemandangan rawa pening, museum stasiun palagan Ambarawa, dan Eling Bening. Meski menjelajah alam terbuka, tapi rute yang akan dilalui peserta merupakan rute yang aman, nyaman dan menyenangkan, bisa dilintasi oleh keluarga termasuk anak-anak, khususnya pada rute nature family walk,” ungkapnya.

Leader Pelaksana, Teguh Hugo menambahkan, justru pada rute yang akan dilalui, peserta akan disuguhkan suasana dan pemandangan alam sejuk Ambarawa yang menyenangkan.

“Untuk kategori Family Walk dengan peserta keluarga termasuk anak-anak dan lansia, disediakan rute santai yang aman dan nyaman dengan jarak sekitar 3,5 kilometer,” kata dia.

Sedangkan kategori Trail Run menempuh rute lintasan yang lebih menantang sepanjang 7 kilometer dan 10 kilometer. Sesampai di garis finish, sambil rehat, peserta akan diajak menikmati fasilitas yang sudah disediakan dan cek kesehatan gratis.

“Kita nanti ada fasilitas senam zumba bersama, live podcast yang inspiratif, berbagai games seru, serta pengundusn doorprize menarik,” ujarnya.

Event ini mentargetkan peserta 2.000 orang, dengan 300 sampai 500 orang adalah peserta kelas family walk, dan selebihnya adalah peserta medium dan long trail run.

“Untuk jumlah peserta sebanyak itu, lokasi event akan sangat memadai, baik untuk peserta maupun untuk parkir kendaraan,” jelasnya.

Melalui event olahraga berbasis alam ini juga diharapkan bisa mengangkat obyek wisata di Kabupaten Semarang.

“Kita berharap sektor pariwisata akan meningkat dengan event kita,” imbuhnya.

Wakil Ketua 2 dari BPK Drg Teguh mengungkapkan, sinergi antara BPK-PKK KAS, GMKA, dan Unika Soegijapranaya ini bertujuan menciptakan ruang inklusif yang mempertemukan elemen gereja, institusi pendidikan, dan masyarakat umum dalam satu harmoni kegiatan sosial.

Selain sebagai ajang fun walk dan ajang lari serta ajang pariwisata, event ini juga mengusung misi kemanusiaan, dimana seluruh hasil penggalangan dana dari kegiatan ini akan disalurkan untuk beberapa program penting.

“Hasil kegiatan ini akan disalurkan untuk mendukung penyelenggaraan sekolah dan retret berjenjang, donasi untuk pengelolaan Gua Maria Kerep Ambarawa, serta didonasikan untuk Panti Wreda Maria Sudarsih Ambarawa dan Panti Asuhan St. Thomas Ungaran,” ungkapnya.

Diharapkan setelah penyelenggaraan seri 1, nantinya akan dilanjutkan dengan seri berikutnya, sehingga event ini bisa menjadi kalender olahraga dan wisata yang berkelanjutan.

Imlek dan Ramadhan Berdekatan, Jadi Momentum Perkuat Toleransi di Kota Semarang

SEMARANG (lensasemarang.com) – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 menjadi momen istimewa karena tahun ini waktunya berdekatan dengan bulan suci Ramadhan sehingga menghadirkan suasana khas tradisi besar masyarakat Tionghoa dan tradisi besar masyarakat Muslim yang hadir hampir bersamaan dalam satu ruang kota yang sama.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng pada Selasa (10/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Agustina menyampaikan harapan baik bagi seluruh warga Kota Semarang dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, yang tahun ini memasuki Shio Kuda Api.

“Tahun kuda katanya mudah-mudahan membawa rezeki yang lebih banyak, kesejahteraan dan kemakmuran yang lebih baik bagi seluruh warga Kota Semarang,” ujar Agustina.

Lebih dari sekadar perayaan, wali kota menekankan bahwa momen ini memperlihatkan kekuatan Kota Semarang sebagai rumah bersama bagi seluruh warganya.

“Hari ini kita dikumpulkan ramah-tamah oleh beliau, Mas Kukrit, dan bisa bertemu dengan seluruh lintas agama, lintas suku, lintas komunitas. Untuk membangun persepsi yang selaras untuk Semarang Damai,” lanjutnya.

Agustina juga menyampaikan bahwa Imlek yang berdekatan dengan bulan puasa menjadi ruang penting untuk memperkuat toleransi dan kebersamaan.

“Imlek yang berdekatan dengan bulan puasa ini akan dikemas sedemikian rupa supaya menjadi sebuah momen di mana toleransi di Kota Semarang ini menguatkan seluruh pihak,” katanya.

Menurut Agustina, masyarakat akan melihat simbol-simbol budaya yang saling hadir berdampingan dalam rangkaian tradisi kota.

“Nanti akan kita lihat ada simbol-simbol Imlek bertemu dengan simbol-simbol Ramadhan,” ungkapnya.

Kota Semarang memang memiliki tradisi besar yang selalu dinantikan warganya. Dalam perayaan Imlek, kawasan Sam Poo Kong menjadi pusat kegiatan budaya melalui agenda Imlek Vaganza yang dijadwalkan berlangsung pada 14-17 Februari 2026.

Sementara itu, menjelang Ramadhan, Kota Semarang juga memiliki tradisi khas Dugderan, berupa karnaval budaya yang ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wali Kota dan pembacaan suhuf halaqoh, sebagai simbol pengumuman datangnya bulan suci. Karnaval Dugderan tahun ini akan digelar pada Senin, 16 Februari 2026.

Agustina menyebut, rangkaian tradisi yang hadir berurutan ini akan menjadi momen kebahagiaan bersama bagi siapa pun yang berada di Kota Semarang.

“Habis Imlek Vaganza di Sam Poo Kong, terus ada Dugderan karnaval. Wah seru tuh, siapapun yang hadir di Kota Semarang pada momen itu pasti akan merasakan kebahagiaan yang lebih dari pada sebelum-sebelumnya,” tuturnya.

Melalui momen berdekatan antara Imlek dan Ramadhan ini, Pemerintah Kota Semarang berharap semangat harmoni, toleransi, dan persaudaraan antar warga semakin kuat, menjadikan Kota Semarang sebagai kota yang damai, inklusif, dan penuh kebersamaan.