SEMARANG – PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) mencatat pendapatan Rp45,8 triliun, tumbuh 11 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY), dengan laba bersih melonjak 37,2 persen menjadi Rp4,9 triliun.
Pertumbuhan tersebut memperkuat posisi Indosat dalam industri telekomunikasi sekaligus menjadi modal untuk mempercepat transformasi perusahaan menuju AI TechCo, yakni perusahaan teknologi yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam layanan dan operasional bisnisnya.
Selain pendapatan dan laba bersih, Indosat mencatatkan EBITDA sebesar Rp21,1 triliun. Kinerja ini ditopang bisnis inti telekomunikasi yang tetap solid, sekaligus membuka ruang bagi perusahaan untuk mengembangkan sumber pendapatan baru berbasis teknologi AI.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan bisnis inti telekomunikasi menjadi fondasi utama bagi perusahaan untuk menjalankan transformasi dan memperluas investasi pada teknologi masa depan.
“Fokus kami tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta mengoptimalkan investasi pada jaringan dan spektrum. Kekuatan finansial inilah yang memungkinkan kami untuk berinvestasi pada fase pertumbuhan berikutnya,” kata Vikram.
Investasi Indosat di bidang AI mulai memberikan kontribusi nyata terhadap bisnis. Perusahaan juga terus membangun kapabilitas untuk menjawab kebutuhan infrastruktur dan solusi AI di Indonesia maupun pasar global. ARPU Naik, Trafik Data Tumbuh Di bisnis seluler, Indosat menerapkan strategi AI hyper-personalization berbasis data untuk menghadirkan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Strategi tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan monetisasi dan menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Hasilnya, rata-rata pendapatan per pengguna atau Average Revenue Per User (ARPU) seluler gabungan meningkat 16,5 persen secara tahunan menjadi Rp46.000. Sementara itu, trafik data tumbuh 16 persen menjadi 14.829 petabyte.
Peningkatan tersebut didukung pemanfaatan AI untuk memahami perilaku pelanggan, investasi berkelanjutan dalam kualitas jaringan, optimalisasi spektrum, serta pengembangan kapabilitas jaringan 5G.
“Pertumbuhan bisnis konektivitas ini menjadi penopang bagi Indosat untuk memperluas pengembangan infrastruktur dan layanan AI yang menyasar segmen korporasi maupun kebutuhan bisnis berskala besar,” ungkapnya.
Pendapatan AI Cloud Tembus US$50 Juta Di luar bisnis telekomunikasi, Indosat mulai mengandalkan solusi AI dan layanan cloud sebagai mesin pertumbuhan baru. Pendapatan Indosat AI Cloud mencapai US$50 juta selama Januari-September 2026, melampaui pendapatan sepanjang 2025 yang sebesar US$28 juta.
“Perusahaan memperkirakan pendapatan tersebut dapat mencapai US$100 juta hingga akhir 2026. Proyeksi ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan terhadap komputasi AI dan layanan cloud,” ujarnya.
Indosat tidak hanya mengembangkan produk AI secara terpisah, tetapi juga membangun ekosistem AI full-stack yang mengintegrasikan konektivitas, jaringan fiber, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi untuk kebutuhan perusahaan.
“Jadi untuk memperkuat ekosistem tersebut, Indosat memanfaatkan jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer melalui RAIA Grid. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung konektivitas untuk menghubungkan sumber daya komputasi dengan berbagai penerapan AI,” jelasnya.
Indosat juga mengembangkan Zankore by Indosat, yang diarahkan untuk membangun infrastruktur AI generasi berikutnya dengan ambisi jangka panjang mencapai kapasitas AI hingga satu gigawatt (GW). Gandeng F5, Perluas Akses AI bagi Perusahaan Untuk mendekatkan teknologi AI kepada pelaku usaha, Indosat menghadirkan Indosat Intelligence Suite melalui kemitraan strategis dengan F5.
“Solusi tersebut memberikan akses terkelola bagi pelanggan korporasi terhadap model dan infrastruktur AI melalui satu lapisan terintegrasi. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat mengelola penggunaan AI, mengendalikan biaya, dan memperluas adopsi teknologi secara lebih terukur,” ujarnya.
Kehadiran solusi tersebut menjadi bagian dari strategi Indosat untuk mengubah investasi infrastruktur AI menjadi peluang komersial. Perusahaan juga menyebut pelaku teknologi global mulai menjadi pelanggan, membuka potensi pengembangan bisnis lebih lanjut.
Vikram menegaskan, penguatan bisnis telekomunikasi dan pengembangan ekosistem AI berjalan beriringan untuk menciptakan pertumbuhan jangka panjang. Indosat berharap kombinasi kedua lini bisnis tersebut dapat mendukung transformasi digital pelaku usaha di Tanah Air sekaligus memperkuat daya saing Indonesia dalam ekonomi digital regional dan global