SEMARANG – Bank Kedung Arto Syariah mencatat pertumbuhan kinerja positif pada usia empat tahun sejak bertransformasi menjadi bank syariah.
Hingga Agustus 2026, total aset perseroan mencapai Rp 420 miliar atau tumbuh 12 persen secara year on year (yoy).
Direktur Utama Bank Kedung Arto Syariah, Eko Heri Purwanto, mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang perusahaan yang telah melayani nasabah dan masyarakat selama 35 tahun.
“Acara ini menjadi bagian dari perjalanan kami yang telah hadir untuk melayani nasabah dan masyarakat selama 35 tahun sejak awal berdiri di konvensional pada 1991,” kata Eko saat memberikan sambutan pada gathering dan puncak acara anniversary Bank Kedung Arto Syariah ke-4 di Hotel Pandanaran Semarang, Senin (21/9/2026) malam.
Menurut dia, perjalanan empat tahun sebagai bank syariah tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan nasabah serta mitra bisnis.
Kepercayaan tersebut menjadi amanah bagi perusahaan untuk terus meningkatkan pelayanan sekaligus memperkuat hubungan dengan nasabah dan mitra bisnis.
Ia menjelaskan, Bank Kedung Arto Syariah berupaya menjalankan visi menjadi BPR Syariah yang terbaik, terpercaya, kafah dan berkah dengan fokus mengoptimalkan pelayanan kepada sektor UMKM dan komunitas.
Selain itu, perusahaan ingin semakin dekat dengan pelaku UMKM dan mitra bisnis melalui kolaborasi sesuai dengan tagline sebagai mitra sukses usaha anda.
“Komitmen kami terus menghadirkan pelayanan excellent, memberikan solusi jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah dan mitra bisnis serta senantiasa menjaga kualitas pelayanan sebagai salah satu keunggulan kompetitif,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bank Kedung Arto Syariah juga meluncurkan tiga produk pembiayaan baru, yakni pembiayaan umrah, pembiayaan haji, dan pembiayaan investasi emas.
Ia berharap produk tersebut dapat menjadi alternatif solusi keuangan bagi nasabah dan mitra bisnis.
Adapun dari sisi kinerja, hingga Agustus 2026 total aset Bank Syariah Kedung Arto tercatat Rp 420 miliar, tumbuh 12 persen secara yoy.
Sementara itu, Osc Pembiayaan mencapai Rp 358 miliar dengan pertumbuhan 9 persen yoy.
Sedang simpanan mencapai Rp 382 miliar atau tumbuh 12 persen yoy.
Dari sisi kualitas pembiayaan, tingkat non-performing financing (NPF) berada di angka 4 persen.
Capaian tersebut menunjukkan kegiatan usaha dan kinerja Bank Kedung Arto Syariah terus berkembang di tengah kondisi persaingan serta iklim usaha yang dinamis.
“Kami bersyukur bahwa selama 10 tahun berturut-turut Bank Kedung Arto Syariah mendapatkan apresiasi dari Infobank, majalah The Finance, dan Himbarsi Award sebagai bank syariah dengan kinerja yang sangat bagus,” sebutnya.
Pendiri sekaligus pemegang saham Bank Kedung Arto Syariah, Rita Sudjarwo mengatakan keberhasilan perusahaan tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan bisnis.
Menurutnya, keberhasilan juga tercermin dari seberapa besar manfaat dan nilai yang dapat diberikan kepada seluruh stakeholder, termasuk nasabah, masyarakat, dan mitra yang selama ini berjalan bersama perusahaan.
“Keberhasilan kami bukan hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari seberapa besar kami dapat memberikan manfaat dan nilai bagi semua stakeholder, baik nasabah, masyarakat serta seluruh mitra yang telah berjalan bersama kami,” ujarnya.
Pihaknya akan terus menjaga semangat untuk berkembang, meningkatkan pelayanan, serta menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
“Kami bersama segenap pengurus berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dan pembenahan secara internal. Kehadiran Bank Kedung Arto Syariah juga diarahkan untuk mendukung perkembangan usaha masyarakat,” paparnya.
Di sela-sela acara, kegiatan juga diisi dengan talk show kesehatan bertema “ Mewaspadai Gangguan Pembuluh Darah Otak Sejak Dini”.
Talk show tersebut menghadirkan dr Krisna Tsaniadi Prihastomo Sp. BS sebagai narasumber.
Dalam sesi ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mengenali secara dini gangguan pada pembuluh darah.**