SEMARANG – Pusat perbelanjaan The Park Semarang menghadirkan hiburan spesial selama Ramadan hingga libur Lebaran 2026 melalui pertunjukan akrobat internasional bertajuk “Magical Journey on Flying Trapeze: International Show From Russia”.
Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026 di area atrium mal. Atraksi ini menampilkan para akrobat profesional yang didatangkan langsung dari Rusia.
Manajemen menyebutkan, pertunjukan tersebut menjadi salah satu hiburan istimewa karena merupakan penampilan akrobat internasional pertama yang digelar tidak hanya di Semarang, tetapi juga di wilayah Jawa Tengah.
Dalam pertunjukan tersebut, para akrobat akan menampilkan berbagai aksi menantang dari ketinggian sekitar 15 meter dengan menggunakan tiang besi sebagai penyangga. Mereka akan berayun di udara menggunakan trapeze, melompat dari ketinggian, hingga menampilkan koreografi akrobatik yang dinamis.
Aksi para pemain juga dipadukan dengan tata cahaya artistik yang dirancang untuk menciptakan pengalaman hiburan yang berbeda bagi para pengunjung pusat perbelanjaan tersebut.
Usai pertunjukan, pengunjung juga berkesempatan mengikuti sesi meet and greet dengan para pemain akrobat. Kegiatan ini berlangsung sekitar 20 menit di area atrium lantai dasar, di mana pengunjung dapat berfoto sekaligus berinteraksi langsung dengan para akrobat.
Selama Ramadan dan menjelang Lebaran, pertunjukan digelar dalam beberapa sesi. Pada 14–15 dan 19 Maret 2026, pertunjukan berlangsung pukul 16.00 WIB dan 19.30 WIB. Selanjutnya pada 20–22 Maret 2026, jadwal pertunjukan dimulai pukul 14.00 WIB dan 19.00 WIB.
Kemudian pada 24–26 Maret 2026, pertunjukan digelar pukul 19.00 WIB. Sementara pada 27–29 Maret 2026, pertunjukan berlangsung dua kali dalam sehari, yakni pukul 14.00 WIB dan 19.00 WIB.
Selain menghadirkan akrobat internasional, pengelola juga melibatkan sejumlah talenta lokal untuk meramaikan rangkaian acara. Di antaranya pemilihan Miss Runway Muslimah oleh Devin Modelling School pada 23 Maret, penampilan dari Melodi Academy, serta pertunjukan musik dari label rekaman Presiden Music yang dijadwalkan pada 5–6 April 2026.
Selama Ramadan, pengunjung juga dapat menikmati berbagai promo dari sejumlah merek yang beroperasi di mal tersebut.
Di sisi lain, pengelola turut menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bertajuk Berbagi Berkah Ramadan bekerja sama dengan Dompet Dhuafa. Melalui program ini, sebanyak 50 anak dari panti asuhan di Semarang diundang untuk bermain, berbelanja, serta menyaksikan langsung pertunjukan akrobat internasional tersebut.
Direktur NWP Property sekaligus Direktur The Park Semarang, Teges Prita Soraya, mengatakan menghadirkan hiburan berkualitas bagi pengunjung merupakan komitmen pengelola, khususnya pada momen Ramadan.
Menurutnya, Ramadan menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga dan orang terdekat.
“Melalui pertunjukan Magical Journey on Flying Trapeze, kami berharap dapat menghadirkan pengalaman hiburan internasional bagi pengunjung yang datang untuk ngabuburit, berbuka puasa, maupun menghabiskan waktu bersama keluarga,” jelasnya, Sabtu 14 Maret 2026. ***
SEMARANG (lensasemarang.com) – Sebagai bagian dari strategi untuk memastikan kelancaran operasional transportasi udara, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang melaksanakan apel pembukaan Posko Angkutan Udara Lebaran 2026 di area posko bandara pada Jumat (13/3/2026).
Berdasarkan Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor IR-DJPU 01 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara Lebaran Tahun 2026 M (1447 H), PT Angkasa Pura Indonesia sebagai pengelola bandara melaksanakan Posko Angkutan Lebaran 2026 selama 18 hari mulai 13-30 Maret 2026.
“Kami melakukan pemantauan aktivitas pelayanan dan data trafik secara real-time di posko, dengan melibatkan berbagai stakeholder antara lain maskapai penerbangan, TNI, Polri, Basarnas, BMKG, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), serta sejumlah instansi pendukung lainnya,” kata General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Sulistyo Yulianto.
Selama 18 hari posko, jumlah pergerakan penumpang diprediksi mencapai 154.613 penumpang atau mengalami peningkatan sebesar 5 persen dibandingkan dengan periode Posko Angkutan Udara Lebaran tahun 2025. Pergerakan pesawat periode Angkutan Udara Lebaran 2026 diprediksi mencapai 1.173 pergerakan pesawat, meningkat sebesar 8 persen dibandingkan periode Lebaran 2025.
Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 19 Maret 2026 dengan prediksi mencapai 10.445 penumpang. Sedangkan puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada 28 Maret 2026 yang mencapai 11.480 penumpang.
Sulistyo Yulianto juga menyampaikan informasi adanya antisipasi lonjakan penumpang yang dilaksanakan melalui penambahan penerbangan (extra flight) dengan data extra flight yang sudah diterima Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang hingga Kamis (12/3) untuk periode Angkutan Lebaran 2026 adalah sejumlah 78 penerbangan yang terdiri dari 39 flight kedatangan (arrival) dan 39 flight keberangkatan (departure) yang dioperasikan oleh maskapai Garuda, Batik Air, Super Airjet, dan Nam Air.
Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang memastikan kelancaran operasional dengan mengecek kesiapan seluruh fasilitas bandara agar selalu dalam kondisi prima. Manajemen bandara juga menempatkan para petugas front liner yang proaktif membantu pengguna jasa dan mencegah terjadinya kerumunan atau antrian panjang.
“Kami selaku manajemen pengelola bandara melakukan antisipasi lonjakan penumpang dengan memastikan agar setiap service touch point seperti drop zone, pick up zone, area check in, dan ruang tunggu ditangani secara optimal oleh para petugas sehingga pengguna jasa dapat terlayani dengan baik,” ujar Sulistyo Yulianto.
Selain mengoptimalkan kesiapan operasional, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang juga menyiapkan total 288 personel yang terdiri dari 258 personel internal dan 30 personel eksternal yang bersiaga selama periode Angkutan Lebaran 2026.
“Kami secara aktif juga berkoordinasi dengan para stakeholder terkait untuk memastikan fasilitas, infrastruktur, dan sumber daya dapat terlibat secara optimal dalam pelayanan di bandara, termasuk penanganan bagasi dan pelayanan di check in counter. Kami optimis pelayanan pada periode angkutan Lebaran ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” kata Sulistyo Yulianto.
SEMARANG (lensasemarang.com) – Para jurnalis di Jawa Tengah diingatkan untuk meningkatkan literasi hukum seiring diberlakukannya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tahun 2023.
Pemahaman terhadap aturan hukum dinilai penting agar kerja jurnalistik tetap berjalan dalam koridor kemerdekaan pers sekaligus terhindar dari potensi jeratan pidana.
Wakil Dekan Bidang Riset, Bisnis dan Kerjasama Fakultas Hukum Universitas negeri Semarang (Unnes), Muhammad Azil Maskur, S.H., M.H., menjelaskan bahwa sejumlah pasal yang berkaitan dengan aktivitas pers dalam KUHP baru sebenarnya bukan sepenuhnya aturan baru. Sebagian besar pasal tersebut sudah ada sejak KUHP lama yang merupakan warisan hukum Belanda.
“Sebagian besar, tujuh dari sebelas pasal itu sebenarnya sudah ada sejak KUHP lama, seperti pasal pencemaran nama baik. Jadi bukan benar-benar baru,” katanya pada kegiatan Sinau Bareng Ramadan 2026 dengan tema “Membangun Literasi Jurnalistik dan Silaturahmi Insan Pers Jawa Tengah bertempat di Hotel Park View Semarang, Rabu (11/3/2026).
Kendati demikian, terdapat pula ketentuan baru yang merupakan hasil harmonisasi dengan undang-undang lain. Salah satunya terkait tindak pidana contempt of court, yakni tindakan yang dianggap merendahkan atau mengganggu proses peradilan.
Azil mencontohkan, aturan ini dapat berdampak pada praktik peliputan persidangan oleh wartawan. Menurutnya, siaran langsung jalannya sidang pengadilan berpotensi melanggar aturan apabila tidak mendapatkan izin dari hakim.
“Kalau tidak diizinkan hakim, menyiarkan langsung persidangan bisa menjadi persoalan hukum. Ini pernah menjadi perdebatan sejak kasus Jessica dulu ketika sidang disiarkan secara luas,” ujarnya.
Ia menegaskan, secara prinsip KUHP bertujuan menjaga keseimbangan antara perlindungan negara, individu, dan harta benda. Karena itu, keberadaan pasal-pasal tersebut tidak hanya berlaku bagi wartawan, tetapi untuk seluruh masyarakat.
Meski demikian, Azil menilai insan pers perlu memperjuangkan perlindungan hukum yang lebih jelas terhadap profesinya. Ia mencontohkan profesi advokat yang memiliki kekebalan hukum saat menjalankan tugas di persidangan.
“Mungkin wartawan juga bisa mendorong mekanisme perlindungan yang serupa agar kinerjanya tetap terlindungi,” katanya.
Pada kegiatan yang didukung Bank Jabar Banten (BJB) itu, Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Dr. Rahmat Bowo Suharto SH. MH, turut memberikan paparan. Ia menegaskan bahwa pers memiliki posisi strategis dalam kehidupan demokrasi.
Pers berfungsi sebagai penyampai informasi, pilar demokrasi keempat, kontrol sosial, sekaligus sarana pendidikan politik bagi masyarakat.
Karena peran tersebut, Rahmat menekankan bahwa kerja pers harus dijalankan dalam kerangka kemerdekaan pers, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Di undang-undang itu istilah yang digunakan adalah kemerdekaan, bukan sekadar kebebasan. Kemerdekaan pers harus disertai kesadaran akan supremasi hukum, tanggung jawab profesi, dan kode etik jurnalistik,” ujarnya.
Menurut dia, kemerdekaan pers juga harus dilandasi hati nurani sebagai kompas moral wartawan. Nilai tersebut menjadi pedoman agar praktik jurnalistik tetap jujur, berimbang, dan bertanggung jawab.
Dalam menjalankan tugasnya, pers memiliki sejumlah hak, seperti mencari, memperoleh, dan menyebarkan informasi serta mengembangkan pendapat umum berdasarkan data yang tepat, akurat, dan benar. Di sisi lain, pers juga wajib menghormati norma agama, kesusilaan, serta asas praduga tak bersalah.
Rahmat juga mengingatkan adanya sejumlah pasal dalam KUHP baru yang berpotensi menjerat aktivitas jurnalistik, seperti penghinaan terhadap presiden atau lembaga negara. Namun, ia menegaskan bahwa penerapan pasal tersebut memiliki batasan hukum tertentu.
“Penghinaan terhadap presiden misalnya merupakan delik aduan mutlak. Artinya hanya bisa diproses jika ada aduan dari pihak yang merasa dirugikan,” katanya.
Selain itu, Rahmat menekankan bahwa sengketa terkait produk jurnalistik seharusnya tidak langsung dibawa ke ranah pidana. Ia merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi yang menegaskan bahwa penyelesaian perkara pers harus melalui mekanisme Undang-Undang Pers terlebih dahulu.
“Harus melalui hak jawab, hak koreksi, dan penilaian Dewan Pers. Pidana adalah langkah terakhir atau ultimum remedium,” ujarnya.
Ia menambahkan, agar terhindar dari kriminalisasi, media dan wartawan perlu memastikan bahwa produk jurnalistik dihasilkan melalui proses yang sah secara administratif dan profesional. Selain itu, setiap tahapan peliputan harus mematuhi kode etik jurnalistik serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kalau tiga aspek itu dijaga, administratif, kode etik, dan hukum, maka risiko kriminalisasi terhadap pers bisa diminimalkan,” pungkas Rahmat.
SEMARANG (lensasemarang.com) – Konflik yang terus membara di Timur Tengah bukan sekadar headline berita internasional dan setiap kali ketegangan meningkat di kawasan kaya minyak itu, harga minyak dunia melonjak tajam.
Gelombang kenaikan ini cepat atau lambat sampai ke Indonesia, mengancam kedaulatan energi nasional dan membebani rakyat lewat penyesuaian harga bahan bakar.
Ratusan bahkan ribuan sumur rakyat tersebar di berbagai daerah seperti Blora, kendal, rembang, boyolali, batang, Grobogan di Jawa Tengah, Bojonegoro, Tuban, Bangkalan, sumenep di Jawa Timur, hingga Musi Banyuasin, Lahat, Muara Enim Sumatera Selatan dan Jambi hingga Aceh di Sumatera.
Sebagian besar dikelola secara tradisional dan belum memiliki kepastian hukum. Akibatnya, operasi sering kali berjalan tanpa standar keselamatan, tanpa pengawasan lingkungan, dan tanpa kontribusi optimal bagi negara maupun masyarakat, padahal jika diatur dengan benar, potensi ini bisa menjadi penyangga kedaulatan energi nasional yang sangat strategis.
Oleh karena itu, sudah saatnya pemerintah melakukan percepatan legalisasi dan reaktivasi sumur rakyat bukan lagi pilihan, melainkan keharusan nasional.
Berdasarkan Permen ESDM No. 1 Tahun 2008 dan Permen ESDM No. 14 Tahun 2025, pemerintah memiliki dasar hukum kuat untuk mengintegrasikan sumur rakyat ke dalam sistem migas resmi.
Dengan langkah ini, pengelolaan bisa dilakukan secara aman, terukur, sekaligus mendatangkan manfaat nyata bagi ekonomi lokal.
Reaktivasi sumur tua dan sumur rakyat bukan sekadar menambah volume produksi minyak domestik.
Setiap barel yang dihasilkan dari sumur rakyat yang legal merupakan cadangan strategis—penyangga bagi kedaulatan energi ketika harga minyak dunia melambung akibat konflik luar negeri.
Menunda legalisasi berarti membiarkan Indonesia terus menjadi korban fluktuasi pasar global, sementara potensi sendiri dibiarkan tak termanfaatkan.
Lebih jauh lagi, legalisasi juga membuka jalan bagi pemberdayaan komunitas lokal. Selama ini, masyarakat pengelola sumur rakyat hanya mendapat sebagian kecil manfaat ekonomi karena sistemnya informal.
Dengan status hukum yang jelas, mereka dapat menjadi pemangku kepentingan sah, menikmati mekanisme bagi hasil yang transparan, serta mengakses teknologi migas modern. Inilah model ekonomi energi rakyat yang bukan hanya meningkatkan kesejahteraan, tapi juga memperkuat kapasitas masyarakat untuk mengelola sumber daya secara berkelanjutan.
Kegagalan pemerintah bertindak cepat sama artinya dengan kekalahan strategi energi nasional sebelum pertarungan dimulai.
Saat harga minyak dunia terus naik akibat perang di Timur Tengah, Indonesia seharusnya bisa menutup defisit dengan produksi dalam negeri—bukan terjerat impor mahal.
Ini bukan sekadar soal ekonomi, melainkan soal politik dan martabat bangsa di tengah ketidakpastian global.
Perang di Timur Tengah seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk bergerak cepat. Ketergantungan impor minyak adalah kerentanan nasional.
Jika konflik global kembali memanas, negara tanpa cadangan domestik yang tangguh akan mudah terguncang. Inilah alasan mengapa percepatan legalisasi dan optimalisasi sumur rakyat di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera harus dijadikan prioritas nasional.
Indonesia tidak bisa terus menunggu karena setiap hari yang hilang adalah kehilangan kesempatan untuk berdiri di atas kaki sendiri dalam menjaga kedaulatan energinya.
SEMARANG (lensasemarang.com) – Bank Mandiri mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi nasional selama periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah sejalan dengan tema Ramadan tahun ini “Hargai Momen Keberkahan, Tunaikan Ibadah Penuh Ketakwaan”.
Melalui penguatan ekosistem layanan yang terintegrasi, Bank Mandiri Region VII/ Jawa 2 Wilayah Semarang menyiapkan uang tunai senilai Rp4,18 triliun dimana Rp2,797 triliun disiapkan untuk pengisian ATM/CRM pada periode 6-25 Maret 2026.
Alokasi tersebut meningkat 17,92% secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,54 triliun, seiring dengan proyeksi kenaikan kebutuhan transaksi masyarakat selama bulan suci hingga puncak arus mudik dan Idul Fitri.
Adapun secara nasional pada periode tersebut, Bank Mandiri menyiapkan uang tunai sebesar Rp44 triliun, meningkat 5% yoy dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp41,9 triliun.
Kesiapan likuiditas ini menjadi bagian dari strategi akselerasi yang bertumbuh guna menjaga momentum konsumsi domestik sekaligus memperkuat perputaran ekonomi kerakyatan di berbagaidaerah.
Regional CEO Region VII/ Jawa 2 Wilayah Semarang Iwan Tri Imawan mengatakan bahwa langkah ini dirancang melalui perencanaan likuiditas yang prudent dan berbasis proyeksi transaksi nasional, serta diperkuat optimalisasi infrastruktur distribusi dan teknologi.
Menurut dia, pendekatan berbasis ekosistem tersebut memastikan kecukupan likuiditas dan stabilitas layanan sekaligus menghadirkan keunggulan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat, sejalan dengan semangat Bank Mandiri Melayani Sepenuh Hati.
“Penyediaan uang tunai ini merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan sinergi yang terintegrasi di seluruh jaringan layanan kami, sehingga kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi secara optimal,” kata Iwan melalui keterangan resminya di Semarang, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, secara nasional rata-rata kebutuhan pengisian uang tunai diperkirakan mencapai Rp1 triliun hingga Rp1,4 triliun per hari, seiring dengan meningkatnya aktivitas konsumsi, pembayaran gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) aparatur sipil negara (ASN), serta mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 H.
Proyeksi tersebut disusun berdasarkan pola historis transaksi dan tren pertumbuhan ekonomi domestik yang menunjukkan peningkatan signifikan selama periode Ramadan dan Lebaran.
Dalam rangka mendukung kelancaran distribusi uang layak edar selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, Bank Mandiri berpartisipasi aktif dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia melalui layanan penukaran uang rupiah baru dan layak edar dengan mekanisme pemesanan digital di aplikasi PINTAR BI serta kas keliling dan titik penukaran bersama perbankan di berbagai wilayah.
Partisipasi ini menjadi bagian dari sinergi yang terintegrasi antara industri perbankan dan otoritas moneter untuk memastikan proses penukaran berlangsung tertib, aman, dan mendukung stabilitas sistem pembayaran di tengah meningkatnya kebutuhan transaksi masyarakat menjelang Idul Fitri.
Sejalan dengan itu, untuk memastikan kelancaran transaksi non-tunai selama periode puncak Lebaran, Bank Mandiri menyiapkan likuiditas sebesar Rp18 triliun pada Rekening Settlement Dana (RSD) BI-Fast guna mengantisipasi lonjakan transaksi pada 18-25 Maret 2026 atau sekitar Rp2,5 triliun per hari.
Langkah ini memperkuat kesiapan Bank Mandiri dalam menjaga stabilitas sistem pembayaran sekaligus mendukung akselerasi yang bertumbuh melalui optimalisasi manajemen likuiditas dan infrastruktur transaksi digital
Selain kesiapan uang tunai dan likuiditas transaksi antarbank, Bank Mandiri memastikan seluruh channel layanan elektronik beroperasi optimal selama periode libur Lebaran.
Bank berkode emiten BMRI ini mengoperasikan 12.900 unit ATM/CRM serta 322.000 mesin EDC yang tersebar di seluruh Indonesia. Bank Mandiri Region VII/ Jawa 2 Wilayah Semarang sendiri mengoperasikan 1.202 unit ATM/CRM dan 32.164 mesin EDC guna mendukung kelancaran transaksi nasabah sekaligus memperkuat ekosistem pembayaran nasional.
Iwan menambahkan, nasabah juga dapat mengoptimalkan berbagai kebutuhan transaksi perbankan maupun gaya hidup melalui Livin’ by Mandiri yang kini telah dimanfaatkan oleh 37,9 juta pengguna terdaftar.
Melalui layanan digital ini, masyarakat bisa memenuhi berbagai kebutuhan seperti cek saldo, transfer, pembayaran tagihan bulanan & e-commerce, top up e-money maupun e-wallet, serta pembayaran dengan QRIS. Bahkan, nasabah juga dapat melakukan pemesanan tiket kereta, pesawat, hingga tempat wisata melalui fitur Sukha pada super app ini.
“Dengan fitur top up Mandiri e-money pada Livin’ by Mandiri, nasabah yang melakukan perjalanan lewat tol akan sangat dimudahkan karena top up dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja,” katanya.
Sementara itu, bagi masyarakat yang belum memiliki kartu Mandiri e-money, Bank Mandiri menyiapkan stok hingga 1,1 juta kartu yang tersedia di cabang, fitur Sukha di Livin’ by Mandiri, jaringan ritel seperti Indomaret dan Alfamart, outlet resmi Bank Mandiri di berbagai platform e-commerce, serta vending machine di sejumlah titik transportasi dan stasiun.
Ketersediaan kartu ini diharapkan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
Dari sisi ekosistem usaha, Livin’ Merchant telah dimanfaatkan oleh 3,2 juta pelaku UMKM, sementara Kopra by Mandiri digunakan oleh 324.500 pengguna dari segmen pebisnis untuk mendukung pengelolaan transaksi dan cash management secara terintegrasi.
“Melalui penguatan ekosistem digital yang terhubung dari ritel hingga wholesale, Bank Mandiri menghadirkan keunggulan berkelanjutan dalam layanan perbankan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi nasabah dan pelaku usaha di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Bank Mandiri, lanjut Iwan, juga memastikan kesiapan jaringan teknologi informasi secara optimal dengan membentuk tim monitoring IT yang siaga 24 jam guna mengantisipasi lonjakan transaksi pada seluruh channel pembayaran elektronik.
Dengan langkah-langkah tersebut, Bank Mandiri optimistis dapat menjaga kepercayaan nasabah sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional pada momentum Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
JAKARTA- Bank Mandiri terus membukukan kinerja bisnis yang solid pada awal 2026 seiring meningkatnya aktivitas transaksi masyarakat serta penguatan layanan digital perseroan. Hingga Februari 2026, bank berlogo pita emas tersebut mencatat pertumbuhan bisnis yang tetap sehat, ditopang penguatan fungsi intermediasi, peningkatan aktivitas transaksi nasabah, serta akselerasi digitalisasi layanan keuangan.
Kinerja tersebut tercermin dari penyaluran kredit yang mencapai Rp1.513,1 triliun atau tumbuh 15,7 persen secara tahunan (year on year/YoY). Pertumbuhan ini juga diikuti oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.644,8 triliun, meningkat 16,3 persen YoY, mencerminkan kepercayaan nasabah yang tetap terjaga terhadap layanan Bank Mandiri.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengatakan peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
“Laba bersih Bank Mandiri tumbuh 16,7 persen secara tahunan menjadi Rp8,9 triliun hingga Februari 2026, seiring meningkatnya aktivitas transaksi digital masyarakat melalui Livin’ by Mandiri yang turut mendorong pertumbuhan pendapatan berbasis komisi,” ujar Novita dalam keterangan resminya, Selasa (10/3/2026).
Sepanjang awal tahun ini, volume transaksi melalui Livin’ by Mandiri terus menunjukkan tren peningkatan signifikan. Total transaksi tercatat mencapai lebih dari 738,7 juta transaksi sejak awal tahun atau tumbuh sekitar 28 persen secara tahunan.
Peningkatan tersebut didorong oleh semakin luasnya pemanfaatan layanan digital oleh masyarakat untuk berbagai kebutuhan transaksi harian, mulai dari pembayaran tagihan, pembelian produk dan layanan digital, hingga transfer dana antarindividu maupun pelaku usaha.
Selain itu, meningkatnya penggunaan transaksi pembayaran di berbagai merchant dan pelaku usaha, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), turut memperkuat peran layanan digital Bank Mandiri dalam mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat serta memperluas akses transaksi yang lebih praktis, cepat, dan inklusif.
Seiring meningkatnya aktivitas transaksi digital tersebut, Bank Mandiri juga mencatat pertumbuhan pendapatan berbasis komisi (fee based income) dari berbagai layanan pembayaran, transfer, serta transaksi digital lainnya.
Pendapatan komisi dari berbagai platform digital Bank Mandiri, termasuk Livin’ by Mandiri, tercatat mencapai Rp625 miliar atau tumbuh 45,3 persen secara tahunan. Sementara itu, platform wholesale Kopra by Mandiri menyumbang Rp421 miliar dengan pertumbuhan 29,3 persen YoY, seiring meningkatnya volume transaksi nasabah di kanal digital perseroan.
Di sisi lain, kinerja intermediasi Bank Mandiri juga tetap terjaga yang tercermin dari pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar Rp13,7 triliun atau tumbuh 9,16 persen secara tahunan.
Kinerja tersebut didukung oleh penyaluran kredit yang tetap terjaga, serta semakin aktifnya transaksi nasabah melalui berbagai kanal layanan digital Bank Mandiri, khususnya Livin’ by Mandiri. Peningkatan aktivitas transaksi ini turut memperkuat penghimpunan dana murah berbasis rekening transaksi sehingga membantu efisiensi beban bunga perseroan.
Pada saat yang sama, efisiensi operasional juga terus membaik dengan rasio cost-to-income ratio (CIR) yang turun ke level 37,21 persen. Capaian ini mencerminkan pengelolaan biaya yang semakin disiplin sekaligus peningkatan produktivitas bisnis.
Dari sisi kualitas aset, kinerja Bank Mandiri tetap terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) di level 0,98 persen, disertai coverage ratio yang kuat sebesar 246,5 persen. Capaian tersebut mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit serta penguatan manajemen risiko yang konsisten dilakukan perseroan.
Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat, Bank Mandiri optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan ke depan. “Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat sinergi yang terintegrasi di seluruh lini bisnis guna mendorong akselerasi pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat keunggulan kompetitif perseroan. Langkah ini sejalan dengan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi nasional,” pungkas Novita. ***
SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh memberikan perhatian khusus terhadap bencana banjir yang merendam ribuan hektare lahan sawah di berbagai wilayah sehingga mengancam ketahanan pangan daerah karena berpotensi memicu gagal panen massal.
Saleh meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah taktis untuk meminimalkan kerugian yang dialami para petani.
Menurut dia, situasi ini sebagai ancaman serius bagi stabilitas ekonomi petani dan produksi pangan regional.
“Banjir yang merendam ribuan hektare sawah ini memerlukan penanganan serius. Tanpa tindakan cepat, risiko gagal panen akan langsung memukul kesejahteraan petani kita,” ujar Mohammad Saleh.
Ketua DPD Partai Golkar Jateng ini mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan pendataan detail dan menekankan pentingnya akurasi data mengenai tingkat kerusakan tanaman dan total kerugian materi.
Selain pendataan, Saleh mendorong penyaluran bantuan darurat berupa stok benih unggul untuk tanam ulang, bantuan pupuk bagi lahan yang terdampak, bantuan Stimulan finansial untuk pemulihan ekonomi petani.
“Pemerintah harus mendampingi petani agar mereka bisa segera bangkit dan menanam kembali. Kita tidak boleh membiarkan petani menanggung kerugian ini sendirian,” katanya.
Bagi Mohammad Saleh, penanganan banjir di lahan pertanian tidak boleh hanya bersifat jangka pendek sehingga menekankan pentingnya penguatan infrastruktur pengendali banjir agar kejadian serupa tidak terulang setiap tahun.
Beberapa langkah strategis yang diusulkan meliputi, perbaikan sistem irigasi pertanian secara menyeluruh, nnormalisasi sungai di sekitar kawasan sentra pangan, pengelolaan lingkungan yang lebih baik di hulu hingga hilir.
“Pertanian adalah sektor strategis. Jika kita mampu melindungi petani dan lahannya, maka ketahanan pangan Jawa Tengah akan tetap terjaga,” pungkasnya
Data Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah menunjukkan sekitar 17 ribu hektare lahan sawah terdampak banjir. Luasan tersebut tersebar di Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Demak, Pemalang, hingga Purbalingga.
Berikut adalah rincian wilayah dengan dampak kerusakan lahan terbesar:
SEMARANG (lensasemarang.com) – Jawa Tengah (Jateng) memasang target tinggi untuk memperbaiki peringkat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Jika sebelumnya Jateng kerap tertahan di posisi keempat atau kelima, kini kontingen “Bumi Perkemahan” ini membidik posisi tiga besar.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mendukung penuh target ambisius tersebut. Menurutnya, Jateng memiliki segudang atlet potensial yang mampu bersaing ketat dengan provinsi raksasa lainnya.
“Prestasi Jateng pada PON mendatang harus meningkat. Kami mendukung penuh target masuk tiga besar pada PON 2028,” tegas Mohammad Saleh saat menerima audiensi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jateng di gedung DPRD, belum lama ini.
Mengejar Target 150 Medali Emas. Berdasarkan kalkulasi KONI Jateng, kontingen Jateng minimal harus menyabet 150 medali emas untuk mengamankan posisi ketiga. Angka ini merujuk pada pencapaian Jawa Timur pada PON 2024 yang meraih 146 emas di peringkat ketiga.
Sebagai perbandingan, pada edisi sebelumnya, Jateng menduduki urutan kelima dengan koleksi 71 emas, 74 perak, dan 115 perunggu.
“Meski tantangannya berat, kita harus memperjuangkan 150 medali emas tersebut demi mencapai target tiga besar,” tambah Mohammad Saleh.
Porprov 2026: Kunci Penjaringan Atlet. Mohammad Saleh meminta KONI Jateng segera menyusun program pembinaan berjenjang yang matang. Ia menilai Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2026 di Semarang Raya pada Oktober mendatang menjadi momentum krusial untuk mematangkan mental dan kemampuan atlet.
“Porprov Jateng sangat penting untuk mengukur kesiapan atlet potensial menghadapi PON. Ini adalah barometer peningkatan prestasi kita,” jelas Ketua DPD Partai Golkar Jateng tersebut.
Untuk menyukseskan ajang empat tahunan ini, DPRD Jateng berkomitmen mengawal sisi pendanaan. “Kami di Dewan akan mendukung kelancaran Porprov melalui alokasi anggaran. Kami segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait pembiayaan ini,” tandasnya
SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Dr Mohammad Saleh menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam usai resmi meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.
Ia memberikan sambutan mewakili para wisudawan pada Wisuda Fakultas Hukum yang digelar di Patra Convention Hall, Jumat 6 Maret 2026, sebelum kemudian mengikuti Wisuda Universitas ke-96 pada Sabtu (7/3/2026) di Auditorium Kampus Unissula, Jalan Raya Kaligawe, Kota Semarang.
Dalam sambutannya, Mohammad Saleh secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Rektor Unissula Prof H Gunarto, SH, SE, Akt, MHum yang juga menjadi promotor dalam penyelesaian studi doktoralnya.
Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada Dekan Fakultas Hukum Prof H Jawade Hafidz, Ketua Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Prof Anis Masdurohatun, seluruh dosen, dan para guru besar Unissula yang telah membimbingnya selama menempuh pendidikan.
“Terima kasih Pak Rektor Prof H Gunarto, Pak Dekan Prof H Jawade Hafidz, Ketua PDIH Prof Anis Masdurohatun, semua dosen dan guru besar. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada anak dan istri saya, serta almarhum kedua orang tua saya. Semoga ilmu ini bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa,” kata Mohammad Saleh penuh haru.
Di hadapan para wisudawan, keluarga, dan tamu undangan, Mohammad Saleh menegaskan bahwa amanah ilmu yang diraihnya akan digunakan untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat, daerah, dan negara.
Ia berharap, sinergi antara perguruan tinggi dan pemangku kebijakan dapat semakin erat, terutama dalam merumuskan regulasi yang adil dan berpihak pada kepentingan publik.
Secara keseluruhan, rangkaian wisuda kali ini meluluskan 1.863 orang dari berbagai fakultas dan program studi. Di antara jumlah tersebut, terdapat 41 mahasiswa hafiz/hafizah Al-Qur’an yang berhasil menyelesaikan studi tepat waktu dengan indeks prestasi kumulatif tinggi.
Mereka berasal antara lain dari program studi kedokteran, ekonomi dan bisnis, pendidikan, hukum, kebidanan, keperawatan, psikologi, dan fakultas lainnya.
Para penghafal Al-Qur’an ini sebelumnya menempuh studi melalui program beasiswa hafidz Al-Qur’an Unissula yang memberi kesempatan luas kepada para hafiz dan hafizah untuk menempuh pendidikan tinggi. Program ini menjadi salah satu wujud komitmen Unissula dalam mendukung lahirnya generasi Qur’ani yang unggul secara akademik dan berakhlak.
Dalam suasana khidmat di auditorium, para wisudawan tampak haru ketika dipanggil satu per satu untuk menerima ijazah, didampingi orang tua maupun wali. Mereka datang dari beragam latar belakang, termasuk tokoh publik dan pejabat dari berbagai instansi.
Di antara lulusan yang diwisuda terdapat Dr Syamsiar Nurhayadi, Direktur Bina Teknik Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dr Riri Stephanie Siregar, anggota DPRD Sumatera Utara, Kolonel CKM Dr dr Shohibul Hilmi SpO(K) MIP, Kepala Kesdam III Siliwangi, Brigjen Pol Dr Onny Tri Murti Nugroho SIK MH dari Divisi Hukum Polri, serta AKBP Raden Erik Bangun Prakasa SH SIK MM, Kapolres Magetan.
Melalui rangkaian wisuda fakultas dan universitas ini, Unissula kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan nilai-nilai keislaman. Kehadiran figur seperti Dr Mohammad Saleh sebagai lulusan doktor hukum sekaligus Wakil Ketua DPRD Jateng menjadi contoh konkret sinergi antara dunia akademik dan dunia kebijakan publik.
SEMARANG (lensasemarang.com) – DPD Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Jawa Tengah bersama jajaran Pemprov Jateng menggelar Pasar Takjil Ramadan di Wisma Perdamaian pada 9-11 Maret 2026 dengan menghadirkan 62 UMKM dari berbagai sektor kuliner.
“Pasar Takjil Ramadan ini diikuti oleh 62 stan UMKM yang merupakan binaan berbagai pihak, termasuk APJI, Bank Jateng, serta Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng,” kata Ketua DPD APJI Jawa Tengah Berty Dyah Rahman di sela pembukaan Pasar Takjil Ramadan 2026 di Semarang, Senin (9/3/2026) petang.
Ia menjelaskan bahwa tujuan dari penyelenggaraan Pasar Takjil Ramadan 2026 ini adalah menggerakkan rantai ekonomi masyarakat sekaligus menghadirkan keberkahan selama Bulan Suci Ramadan.
“Para pengunjung bisa menikmati kuliner sambil bersantai di area yang telah disediakan. Kegiatan ini berlangsung setiap hari selama tiga hari mulai pukul 15.00-21.00 WIB,” ujarnya.
Ia menyebut berbagai jenis kuliner dijajakan dalam pasar takjil tersebut, mulai dari street food hingga makanan khas Jawa Tengah.
Pasar Takjil Ramadan 2026.
“Ada dari street food, ada dari khas Jawa Tengah juga itu sendiri. Terus juga ada berburu takjil seperti gorengan, minuman-minuman segar, itu yang menjadi utama ya, kalau orang berpuasa pasti carinya yang segar-segar,” katanya.
Menurut Berty, tingginya antusiasme masyarakat menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha kuliner sehingga diharapkan kegiatan serupa dapat digelar di seluruh kabupaten dan kota di Jateng.
“Harapannya tahun depan bisa dilaksanakan di seluruh kabupaten/ kota, karena kegiatan seperti ini sangat menguntungkan pelaku ekonomi, banyak transaksi yang terjadi,” ujarnya.
Selain beragam kuliner, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai fasilitas hiburan dan layanan gratis bagi pengunjung.